Rabu, 27 November 2019

Istilah - istilah Penting Yang Harus Diketahui Ibu Hamil



Beberapa istilah-istilah berikut penting diketahui oleh ibu hamil
  • Infertilitas
  • Ovulasi
  • Preeklampsia
  • Kontraksi Brokston Hiks
  • Ovulasi Gagal Matang Sel Telur
Dan berikut ini penjelasan dari masing masing istilah tersebut.

Infertilita



Ketidaksuburan (kemandulan) baik itu pada wanita maupun pria atau disebut dengan Interfilitas secara medis. Dan masalah ini sangatlah menghantui tiap pasangan yang belum berhasil mendapatkan keturunan.

Definisi atau Pengertian

Menurut dunia medis Infertilitas adalah istilah yang digunakan untuk menyebut pasangan yang belum mendapatkan kehamilan walaupun sudah berhubungan intim secara teratur tanpa alat kontrasepsi dalam kurun waktu satu tahun.
Bagaimana dengan Anda dan pasangan? Apakah sudah termasuk dalam kategori tidak subur (infertil)? Jika telah melakukan hubungan intim tanpa menggunakan alat kontrasepsi namun belum juga berhasil hamil, maka ketahuilah sudah berapa lama program tersebut dilakukan.

Infertilitas, Pengertian atau Definisi Secara Medis

Sesuai dengan keterangan diatas, maka apabila telah mencapai waktu 1 tahun namun belum juga ada tanda-tanda kehamilan maka ada kemungkinan salah satu dari Anda menderita Infertilitas (ketidaksuburan).

Jenis-jenis Infertilitas

Baiklah, untuk lebih jelasnya ada baiknya Anda ketahui masalah Infertilitas ini dengan lebih baik agar mendapatkan pemahaman yang lebih baik dan benar. Secara medis Infertilitas terbagi dalam 2 jenis, yaitu infertil primer dan infertil sekunder.

Infertil Primer adalah Infertilitas yang terjadi pada wanita yang memang belum pernah hamil.

Infertil Sekunder terjadi pada wanita yang sudah pernah hamil dan melahirkan sevelumnya.

Secara umum yang banyak terjadi di tengah-tengah masyarakat saat ini adalah infertil primer. Seringkali masalah ini bisa diatasi dengan penanganan yang sederhana saja.
Pencegahan Infertilitas

Umpamanya dengan melakukan pemilihan waktu yang tepat untuk melakukan hubungan seksual, menghindari pola hidup tidak sehat seperti begadang, merokok, jarang olahraga dan sebagainya. Bahkan bisa kadang-kadang hanya dengan mengubah beberapa kebiasaan saja.

Untuk mengatasi kasus infertilitas banyak juga yang melakukan pengobatan dengan jalan terapi khusus dengan selalu dipantau oleh dokter. Sebagian besar masyarakat mengenal dengan baik apa itu infertilitas, namun sungguh disayangkan karena masyarakat kita masih banyak yang menganggapnya sebagai sebuah Aib atau Musibah.

Hingga masih ada saja sebagian orangtua yang menyalahkan perempuan sebagai penyebab ketidakmampuan pasangan memiliki keturunan. Sebaliknya lingkungan seharunya mendukung agar bisa menemukan solusi atau cara cepat hamil bagi si wanita.

Jadi perlu dirubah pandangan mengenai wanitalah peyebab utama tidak kunjunnya pasangan mendapatkan keturunan karena infertilitas juga terjadi pada pria. Bahkan sebuah penelitian tentang masalah kesuburan menyatakan bahwa:

Infertilitas yang terjadi adalah 40% akibat pria, 40% akibat perempuan dan sekitar 30% akibat keduanya.

Hasil dari penelitian di Indonesia setidaknya ada 12% atau sekitar 3 juta pasangan yang bedomisili dikota maupuun desa mengalami infertilitas atau tidak kunjung mendapat kehamilan hingga tahun kedua usia pernikahannya.

Ilmu kedokteran saat ini baru sukses menolong separuh dari jumlah pasangan infertil guna memperoleh keturunan yang diinginkan.

Tidak hanya bagi orang yang telah berumah tangga, namun untuk kaum remaja mengetahui apa itu pengertian Infertilitas , jenis dan penyebab Infertilitas sangatlah penting.
Kemandulan bisa dicegah sejak dari dini, terutama bagi remaja hendaknya rutin memeriksa kesehatan reproduksi mereka. Penanganan Infertilitas adalah masalah kompleks dan melibatkan beberapa disiplin ilmu kedokteran.

Ovulasi


Pengertian Ovulasi

Ovulasi adalah sebuah proses yang terjadi di dalam siklus menstruasi pada wanita. Pada proses ini folikel yang matang akan pecah dan mengeluarkan sel telur (ovum) ke tuba falopi untuk dibuahi.

Gagal Ovulasi merupakan sebuah kondisi yang dapat mempengaruhi kesuburan sistem reproduksi wanita, yang ditandai oleh sulit matangnya sel telur (ovum) sehingga tidak dilepaskan dari indung telur (ovarium) dan masuk ke tuba fallopi untuk dibuahi.

Salah satu tuntutan hidup seorang wanita adalah hamil dan menjadi seorang ibu. Bicara mengenai kehamilan, proses terjadinya kehamilan yang normal menuntut kondisi subur. Wanita yang subur umumnya memproduksi satu sel telur rutin setiap bulannya, selama masa subur. Kapan itu? Yaitu hari ke 12 hingga ke 16 dihitung mulai hari pertama siklus haid.

Sel telur yang matang akan dilepaskan dari indung telur untuk kemudian dibuahi oleh spermatozoa, setelah terjadi hubungan intim suami-istri tanpa alat kontrasepsi.

Bagaimana jika setelahnya kehamilan tak jua kunjung berhasil? Salah satu kemungkinannya adalah adanya masalah kesuburan wanita akibat gagal matang sel telur.

Pre Eklampsia


Definisi Pre Eklampsia dan Eklampsia pada kehamilan

Pre-eklampsia dalam kehamilan adalah apabila dijumpai tekanan darah 140/90 mmHg setelah kehamilan 20 minggu (akhir triwulan kedua sampai triwulan ketiga) atau bisa lebih awal terjadi.

Sedangkan pengertian eklampsia adalah apabila ditemukan kejang-kejang pada penderita pre-eklampsia, yang juga dapat disertai koma.

Pre-eklampsia adalah salah satu kasus gangguan kehamilan yang bisa menjadi penyebab kematian ibu. Kelainan ini terjadi selama masa kelamilan, persalinan, dan masa nifas yang akan berdampak pa­da ibu dan bayi.

Kasus pre-eklampsia dan eklampsia terjadi pada 6-8% wanita hamil di Indonesia.
Hipertensi (tekanan darah tinggi) di dalam kehamilan terbagi atas pre-eklampsia ringan, pre-eklampsia berat, eklampsia, serta superimposed hipertensi(ibu hamil yang sebelum kehamilannya sudah memiliki hipertensi dan hipertensi berlanjut selama kehamilan). Tanda dan gejala yang terjadi serta tatalaksana yang dilakukan masing-masing penyakit di atas tidak sama.

Berikut ini akan dijelaskan mengenai pembagian di atas.

Penyebab:

Penyebab pre-eklampsia belum diketahui secara jelas. Penyakit ini dianggap sebagai “maladaptation syndrome” akibat penyempitan pembuluh darah secara umum yang mengakibatkan iskemia plasenta (ari – ari) sehingga berakibat kurangnya pasokan darah yang membawa nutrisi ke janin.

Faktor Risiko :
  • Kehamilan pertama
  • Riwayat keluarga dengan pre-eklampsia atau eklampsia
  • Pre-eklampsia pada kehamilan sebelumnya
  • Ibu hamil dengan usia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun
  • Wanita dengan gangguan fungsi organ (diabetes, penyakit ginjal, migraine, dan tekanan darah tinggi)
  • Kehamilan kembar
Deteksi dini : Menyaring semua kehamilan primigravida (kehamilan pertama), ibu menikah dan langsung hamil, dan semua ibu hamil dengan risiko tinggi terhadap pre-eklampsia dan eklampsia.

Pemeriksaan kehamilan secara teratur sejak awal triwulan satu kehamilan
Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui terdapatnya protein dalam air seni, fungsi organ hati, ginjal, dan jantung, fungsi hematologi / pembekuan darah

Pre-eklampsia ringan

Tanda dan gejala :

Kenaikan tekanan darah sistole 140 mmHg sampai kurang dari 160 mmHg; diastole 90 mmHg sampai kurang dari 110 mmHg

Proteinuria : didapatkannya protein di dalam pemeriksaan urin (air seni)

Edema (penimbunan cairan) pada betis, perut, punggung, wajah atau tangan

Tatalaksana pre eklampsia ringan dapat secara : Pengelolaan secara rawat jalan (ambulatoir) :

  • Tidak mutlak harus tirah baring, dianjurkan perawatan sesuai keinginannya
  • Makanan dan nutrisi seperti biasa, tidak perlu diet khusus Vitamin
  • Tidak perlu pengurangan konsumsi garam
  • Tidak perlu pemberian antihipertensi
  • Kunjungan ke rumah sakit setiap minggu
Pengelolaan secara rawat inap (hospitalisasi) : Pre eklampsia ringan dirawat inap apabila mengalami hipertensi yang menetap selama lebih dari 2 minggu, proteinuria yang menetap selama lebih dari 2 minggu, hasil tes laboratorium yang abnormal, adanya gejala atau tanda 1 atau lebih pre eklampsia berat

Pemeriksaan dan monitoring teratur pada ibu : tekanan darah, penimbangan berat badan, dan pengamatan gejala pre-eklampsia berat dan eklampsia seperti nyeri kepala hebat di depan atau belakang kepala, gangguan penglihatan, nyeri perut bagian kanan atas, nyeri ulu hati

Pemeriksaan kesejahteraan janin berupa evaluasi pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam rahim

Tatalaksana

Pada dasarnya sama dengan terapi rawat jalan Bila terdapat perbaikan gejala dan tanda-tanda dari pre-eklampsia dan umur kehamilan 37 minggu atau kurang, ibu masih perlu diobservasi selama 2-3 hari lalu boleh dipulangkan

Pre-eklampsia Berat

Pre eklampsia berat adalah suatu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan timbulnya tekanan darah tinggi 160/110 mmHg atau lebih disertai proteinuria dan/atau edema pada kehamilan 20 minggu atau lebih. Tanda dan gejala pre-eklampsia berat :
  • Tekanan darah sistolik ? 160 mmHg
  • Tekanan darah diastolik ? 110 mmHg
  • Peningkatan kadar enzim hati dan atau ikterus (kuning)
  • Trombosit < 100.000/mm3
  • Oliguria (jumlah air seni < 400 ml / 24 jam) 6. Proteinuria (protein dalam air seni > 3 g / L)
  • Nyeri ulu hati
  • Gangguan penglihatan atau nyeri kepala bagian depan yang berat
  • Perdarahan di retina (bagian mata)
  • Edema (penimbunan cairan) pada paru
  • Koma
Ditinjau dari umur kehamilan dan perkembangan gejala-gejala pre-eklampsia berat selama perawatan, maka perawatan dibagi menjadi :

Perawatan aktif yaitu kehamilan segera diakhiri dan ditambah pemberian obat-obatan. Perawatan aktif dilakukan apabila usia kehamilan 37 minggu atau lebih, adanya ancaman terjadinya impending eklampsia, kegagalan terapi dengan obat-obatan, adanya tanda kegagalan pertumbuhan janin di dalam rahim, adanya “HELLP syndrome” (Haemolysis, Elevated Liver enzymes, and Low Platelet).

Perawatan konservatif yaitu kehamilan tetap dipertahankan ditambah pemberian obat-obatan.Perawatan konservatif dilakukan apabila kehamilan kurang dari 37 minggu tanpa disertai tanda-tanda impending eklampsia serta keadaan janin baik. Perawatan konservatif pada pasien pre eklampsia berat yaitu :
  • Segera masuk rumah sakit
  • Tirah baring
  • Infus
  • Diet cukup protein, rendah karbohidrat, lemak dan garam
  • Pemberian obat anti kejang : magnesium sulfat
  • Anti hipertensi, diuretikum diberikan sesuai dengan gejala yang dialami
  • Penderita dipulangkan apabila penderita kembali ke gejala-gejala / tanda-tanda pre-eklampsia ringan (diperkirakan lama perawatan 1-2 minggu)
Eklampsia

Definisi

Eklampsia adalah kelainan pada masa kehamilan, dalam persalinan, atau masa nifas yang ditandai dengan timbulnya kejang (bukan timbul akibat kelainan saraf) dan / atau koma dimana sebelumnya sudah menunjukkan gejala-gejala pre-eklampsia.

Gejala dan Tanda
  • Nyeri kepala hebat pada bagian depan atau belakang kepala yang diikuti dengan peningkatan tekanan darah yang abnormal. Sakit kepala tersebut terus menerus dan tidak berkurang dengan pemberian aspirin atau obat sakit kepala lain
  • Gangguan penglihatan à pasien akan melihat kilatan-kilatan cahaya, pandangan kabur, dan terkadang bisa terjadi kebutaan sementara
  • Iritabel à ibu merasa gelisah dan tidak bisa bertoleransi dengan suara berisik atau gangguan lainnya
  • Nyeri perut à nyeri perut pada bagian ulu hati yang kadang disertai dengan muntah
  • Tanda-tanda umum pre eklampsia (hipertensi, edema, dan proteinuria)
  • Kejang-kejang dan / atau koma
Tatalaksana

Tujuan pengobatan :
  • Untuk menghentikan dan mencegah kejang
  • Mencegah dan mengatasi penyulit, khususnya krisis hipertensi
  • Sebagai penunjang untuk mencapai stabilisasi keadaan ibu seoptimal mungkin
  • Mengakhiri kehamilan dengan trauma ibu seminimal mungkin
Pengobatan Konservatif

Sama seperti pengobatan pre eklampsia berat kecuali bila timbul kejang-kejang lagi maka dapat diberikan obat anti kejang (MgSO4).
Pengobatan Obstetrik

Sikap dasar : Semua kehamilan dengan eklampsia harus diakhiri dengan atau tanpa memandang umur kehamilan dan keadaan janin

Bilamana diakhiri, maka kehamilan diakhiri bila sudah terjadi stabilisasi (pemulihan) kondisi dan metabolisme ibu

Setelah persalinan, dilakukan pemantauan ketat untuk melihat tanda-tanda terjadinya eklampsia. 25% kasus eklampsia terjadi setelah persalinan, biasanya dalam waktu 2 – 4 hari pertama setelah persalinan. Tekanan darah biasanya tetap tinggi selama 6 – 8 minggu. Jika lebih dari 8 minggu tekanan darahnya tetap tinggi, kemungkinan penyebabnya tidak berhubungan dengan pre-eklampsia.

Pencegahan Usaha pencegahan preklampsia dan eklampsia sudah lama dilakukan. Diantaranya dengan diet rendah garam dan kaya vitamin C. Selain itu, toxoperal (vitamin E,) beta caroten, minyak ikan (eicosapen tanoic acid), zink (seng), magnesium, diuretik, anti hipertensi, aspirin dosis rendah, dan kalium diyakini mampu mencegah terjadinya preklampsia dan eklampsia. Sayangnya upaya itu belum mewujudkan hasil yang menggembirakan. Belakangan juga diteliti manfaat penggunaan anti-oksidan seperti N. Acetyl Cystein yang diberikan bersama dengan vitamin A, B6, B12, C, E, dan berbagai mineral lainnya. Nampaknya, upaya itu dapat menurunkan angka kejadian pre-eklampsia pada kasus risiko tinggi.

Kontraksi Braxton Hicks

Kontraksi Braxton Hicks adalah pengencangan yang terjadi pada perut yang seringkali keliru dianggap sebagai nyeri persalinan.

Kontraksi ini terjadi ketika rahim mengencang dan mengendur sebagai persiapan untuk melakukan persalinan, namun ini bukan merupakan tanda bahwa persalinan telah dimulai. Braxton Hicks mulai terjadi di awal trimester kedua, tetapi lebih sering terjadi di trimester ketiga. Semua wanita hamil mengalami Braxton Hicks, namun tidak semua orang merasakannya. Frekuensi dan intensitas dari kontraksi Braxton Hicks cenderung meningkat menjelang akhir kehamilan, dan sering kali keliru dianggap sebagai persalinan yang sesungguhnya.

Membedakan Antara Braxton Hicks dengan Kontraksi Persalinan yang Sesungguhnya

  1. Carilah lokasi rasa nyeri Anda.
  2. Apakah kontraksi tersebut mengencang di jalur perut Anda? Jika iya, mungkin itu adalah kontraksi Braxton Hicks. Nyeri persalinan yang sesungguhnya biasanya dimulai dari punggung bawah dan berlanjut ke perut, atau dari perut ke arah punggung bawah.
    Nyeri persalinan yang sesungguhnya sering kali digambarkan mirip dengan kram haid.
    Tanda-tanda dari kontraksi yang sesungguhnya sering kali berupa nyeri di punggung yang datang dan pergi, serta tekanan pada panggul.
  3. Lakukan analisis pada nyeri yang Anda alami.
  4. Apakah kontraksi tersebut terasa tidak nyaman, atau sangat nyeri? Apakah rasa nyerinya semakin bertambah di setiap kontraksi? Braxton Hicks biasanya tidak terasa menyakitkan, dan tidak bertambah nyeri di setiap kontraksi yang terjadi. Kontraksi ini biasanya tetap lemah, atau terasa kuat di permulaan dan selanjutnya semakin melemah. Kekuatan dalam nyeri persalinan yang sesungguhnya akan terus bertambah kuat.
  5. Perhatikan waktu kontraksi.
  6. Braxton Hicks biasanya terjadi secara tidak teratur. Setiap kontraksi tidak terjadi dalam waktu yang berdekatan. Persalinan yang sesungguhnya terjadi secara berkala yang terjadi dalam waktu yang berdekatan, yang dimulai dengan jarak antarkontraksi sekitar 15 hingga 20 menit dan jaraknya akan semakin singkat menjadi kurang dari 5 menit sekali. Nyeri karena persalinan yang sesungguhnya berlangsung sekitar 30 hingga 90 detik.
  7. Ubah posisi Anda.
  8. Apabila kontraksi terjadi ketika Anda sedang duduk, cobalah untuk berjalan-jalan. Apabila Anda sedang berdiri atau berjalan, duduklah. Biasanya kontraksi Braxton Hicks akan berhenti apabila Anda mengubah posisi. Kontraksi persalinan yang sesungguhnya tidak akan berhenti meskipun Anda mengubah gerakan, dan sering kali malah bertambah intensif jika Anda berjalan.
  9. Perhatikan usia kehamilan Anda.
  10. Apabila kehamilan Anda belum berumur 37 minggu, kemungkinan besar yang Anda alami adalah kontraksi Braxton Hicks. Apabila usia kehamilan lebih dari 37 minggu dan Anda mengalami tanda-tanda yang lain misalnya sering buang air kecil, tinja berbentuk encer, vagina mengeluarkan bercak darah, atau terlepasnya lendir penyumbat (mucus plug), kemungkinan besar Anda mengalami kontraksi yang sesungguhnya.
    Apabila kontraksi yang sesungguhnya terjadi sebelum 37 minggu, hal ini bisa menjadi tanda dari persalinan dini. Segera hubungi layanan kesehatan apabila Anda menganggap bahwa Anda mengalami kontraksi yang sesungguhnya lebih awal.
Menangani Braxton Hicks
  1. Berjalan-jalan. Apabila Anda merasa tidak nyaman ketika mengalami kontraksi Braxton Hicks, biasanya kontraksi ini bisa diatasi dengan bergerak. Apabila Anda sedang berjalan, kontraksi juga bisa dihentikan dengan duduk selama beberapa saat.
  2. Bersantailah. Lakukan pijat, mandi, atau beristirahat sesuai kebutuhan untuk membantu mengurangi kontraksi. Aktivitas lain yang juga berguna adalah membaca, mendengarkan musik, atau tidur.
  3. Ketahui pemicunya. Braxton Hicks merupakan latihan yang sehat bagi rahim untuk mempersiapkan diri sebelum menjalani persalinan. Ini terjadi secara alami, namun sebagian wanita hamil mengalaminya karena dipicu oleh beberapa aktivitas tertentu. Mungkin Anda mengalami kontraksi Braxton Hicks setelah berolahraga atau melakukan aktivitas yang berat. Beberapa di antaranya juga dipicu oleh aktivitas seks, atau orgasme. Sebagian orang mengalami Braxton Hicks ketika mengalami dehidrasi atau terlalu lelah.
Dengan mempelajari pemicunya, Anda bisa terbantu untuk mengenali Braxton Hicks ketika kontraksi ini terjadi.
Anda tidak perlu mencegah Braxton Hicks, tetapi kontraksi ini bisa dijadikan pengingat yang baik bahwa Anda harus minum air putih dan beristirahat.

Mengetahui Kapan Harus Menghubungi Dokter
  1. Hubungi dokter apabila Anda mengalami tanda-tanda persalinan yang sesungguhnya. Apabila kontraksi Anda terjadi setiap lima menit sekali selama lebih dari satu jam, atau apabila ketuban Anda pecah, segera hubungi layanan kesehatan. Apabila Anda tidak yakin dengan tanda-tanda yang Anda alami, dokter atau perawat bisa membantu Anda untuk mengenali tanda-tanda tersebut melalui telepon atau bertemu secara langsung.
    Mungkin Anda tidak perlu langsung pergi ke rumah sakit, tetapi menghubungi dokter bisa membantu Anda untuk mengetahui langkah selanjutnya yang harus dilakukan.
    Munculnya tanda-tanda persalinan palsu memang biasa terjadi, terutama pada kehamilan pertama. Jangan merasa malu untuk pergi ke rumah sakit lebih awal: ini adalah bagian dari pengalaman.
  2. Hubungi bantuan medis apabila Anda mengalami tanda-tanda persalinan yang sesungguhnya lebih awal. Hubungi layanan kesehatan apabila Anda mengalami tanda-tanda persalinan sebelum kehamilan berusia 36 minggu. Segera hubungi dokter apabila Anda mengalami tanda-tanda persalinan yang disertai dengan bercak darah di vagina sebelum kehamilan berusia 36 minggu.
    Hubungi layanan kesehatan apabila vagina Anda mengalami pendarahan, bukan sekadar bercak, di saat kapan pun ketika Anda hamil.
  3. Hubungi dokter apabila bayi Anda tidak banyak bergerak seperti biasanya. Apabila bayi telah memasuki fase ketika dia terbiasa menendang, hubungi layanan kesehatan jika bayi Anda tidak banyak bergerak. Hubungi dokter apabila bayi tidak melakukan minimal sepuluh gerakan dalam waktu dua jam, atau gerakannya bertambah lambat secara signifikan.
TIPS

Rasa nyeri yang tajam dan menusuk di bagian samping perut mungkin bukan merupakan nyeri persalinan. Rasa nyeri ini dinamakan nyeri ligamen bulat dan bergerak ke arah pangkal paha. Ini bisa disebabkan karena meregangnya ligamen yang menopang rahim. Cobalah mengubah posisi atau tingkat aktivitas Anda untuk meredakan nyeri tersebut.
Rasa cemas bisa membuat perasaan tidak nyaman akan tampak lebih parah daripada seharusnya. Apabila ini merupakan kehamilan pertama, atau Anda pernah mengalami kehamilan traumatis, mungkin Anda akan merasa lebih terganggu ketika muncul kontraksi palsu. Hindari situasi yang bisa menimbulkan stres dan beristirahatlah dalam jumlah yang cukup selama masa kehamilan. Anda akan merasa terbantu jika bersedia mengungkapkan kekhawatiran tentang kehamilan Anda.

Ovulasi Gagal Matang Sel Telur

Anovulasi (Gagal Ovulasi)

Berdasarkan penelitian, ternyata anovulasi atau gagal ovulasi telah mempengaruhi setidaknya 6% sampai 15% wanita pada saat masa subur. Masalah kesuburan wanita akibat gagal matang sel telur menjadikan pasangan tidak kunjung mendapatatkan keturunan karena kehamilan sangat sulit untuk dicapai.

Hal ini berbeda dengan wanita yang ovulasinya tidak teratur. Asalkan masih bisa berovulasi, maka masih ada kesempatan untuk hamil.

Pada dasarnya penyebab utama anovulasi atau gagal sel telur sulit matang adalah adanya gangguan hormon tubuh, terutama yang mempengaruhi sistem reproduksi wanita. Beberapa hormon yang berperan penting dalam siklus menstruasi dan ovulasi adalah progesteron dan estrogen.

Salah satu gangguan kesimbangan hormon yang bisa menyebabkan gagal ovulasi yaitu PCOS atau Polycystic Ovary Syndrome. Hal ini membuat hormon tidak seimbang sehingga pelepasan sel telur terlambat, haid tidak teratur dan tentunya infertilitas. Sebagian besar kasus anovulasi disebabkan oleh PCOS yang umumnya bersifat turun temurun.

Ketidakseimbangan hormon yang dapat mengarah pada masalah kesuburan wanita akibat gagal matang sel telur salah satunya disebabkan oleh obesitas atau kegemukan.

Banyak penelitian yang menyimpulkan bahwa obesitas atau kelebihan berat badan berhubungan dengan anovulasi pada wanita. Dan obesitas juga akan menyebabkan disfungsi ovarium, hingga infertilitas pun tak dapat dihindarkan.

Baiklah, ulasan singat diatas mengenai gagal matang sel telur atau gagal ovulasi semoga bisa menambah pengetahuan Anda mengenai salah satu faktor penyebab susah hamil pada seorang wanita hingga sulit untuk mendapatakan keturunan.
Disqus Comments